La Masia Ditutup….??

Tempat latihan pemain-pemain muda Barcelona La Masia akhirnya resmi ditutup kemarin (Senin 13 Juni 2011).

 

La Masia yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah Barcelona sebagai klub sepakbola pada awalnya adalah kantor pusat klub Barcelona, namun pada tahun 1979 berubah fungsi sebagai training ground dan asrama bagi para pemain muda dan remaja Barcelona, karena bangunan dan fasilitas disana tidak mampu lagi mengakomodir kegiatan pengurus klub, kantor pusat Barca itu kemudian dipindah dan terhubung langsung dengan stadion Camp Nou sampai sekarang.

 

La Masia adalah nama fenomenal bagi Barca dan dikenal luas di seluruh dunia sebagai salah satu akademi sepakbola terbaik yang pernah ada, nama-nama terkenal dan berprestasi dalam sepakbola banyak yang merupakan jebolan akademi ini seperti yang kita kenal sekarang. Sejak 3 tahun lalu sebenarnya pusat latihan utama para pemain inti dan muda Barcelona telah pindah ke distrik Sant Joan Despi dan La Masia hanya menampung para pemain remaja, tetapi kini seluruh kegiatan pelatihan dan asrama bagi para pemain disatukan seluruhnya di pusat latihan Joan Despi.

 

Penutupan La Masia kemarin malam ditandai dengan upacara dan makan malam yang diadakan di halaman La Masia dan dihadiri oleh seluruh direksi, para undangan beserta para pemain remaja yang selama ini mendiami asrama di tempat tersebut.

—————————————————

Sumber : http://forum.fcbarcelona.web.id

La Masia..

La Masia, terletak di sebelah stadion, adalah jantung dari sistem muda Barca. Bangunan simbol merupakan bagian dari sejarah dan warisan Futbol Club Barcelona, ​​dan merupakan tempat tinggal negara kuno dibangun pada 1702.

Pada awalnya, La Masia digunakan sebagai bengkel di mana arsitek dan pembangun Nou Camp model proyek mereka, dan merupakan titik awal bagi pengunjung VIP dan kolaborator dalam pekerjaan konstruksi. Setelah FC Barcelonas stadion diresmikan, pada 24 September 1957, pintu dari La Masia ditutup sampai penggunaan baru dapat ditemukan untuk itu. Di bawah kepresidenan Enric Llaudet, bangunan itu direnovasi dan diperluas untuk digunakan sebagai markas klub sosial, yang sebelumnya telah berada di situs yang berbeda di Via Laietana. Kantor pusat sosial baru dibuka pada tanggal 26 September 1966.

Pada tahun 1979 itu menjadi aula tinggal

Sebagai klub tumbuh dan kantor yang berbeda didirikan, menjadi jelas bahwa La Masia tidak lagi cukup besar, dan di bawah Agusti Montal, mereka pindah ke daerah yang sekarang di sebelah arena es. Jadi, La Masia sekali lagi bekas sampai Josep Lluís Núñez diasumsikan presiden dan segera menemukan sebuah tujuan baru untuk membangun: La Masia menjadi kediaman pemain muda dari luar Barcelona. Pekerjaan renovasi itu dilakukan dengan cepat, dan pada tanggal 20 Oktober 1979 secara resmi menyatakan siap untuk digunakan.

Sekelompok pemain muda dengan masa depan yang cerah

Tinggal ini sekarang digunakan untuk mengembangkan pemain muda yang harus meninggalkan keluarga mereka dalam rangka untuk melatih di FC Barcelona baik dalam arti olahraga dan intelektual. Pada tahun seratus klub, La Masia merayakan ulang tahun kedua puluh dan umpan balik umum telah sangat positif. Beberapa anak-anak yang tinggal di La Masia telah pergi untuk bermain untuk tim pertama, termasuk Amor, Guardiola, Sergi, De la Peña, Puyol, Xavi, Reina, Víctor Valdés, Gabri dan Messi, serta sejumlah besar pemain yang telah pergi untuk bermain untuk klub Spanyol lainnya. Jadi sukses telah semuanya adalah bahwa banyak orang sekarang hanya menggunakan nama La Masia untuk menyebut pemain muda Barças pada umumnya.
Namun pemain yang berada di La Masia tidak hanya terbatas kepada mereka dari Catalonia atau sisa negara. Ada juga pemain muda banyak dari negara lain.

Fasilitas

La Masia terdiri dari dua lantai dan loteng beberapa, berukuran 610 m2. Ini rumah anak laki-laki 60 (12 tidur di La Masia itu sendiri dan yang lain 48 di kamar lain terletak di sekitar stadion). Memiliki dapur, ruang makan, ruang tamu, perpustakaan, kantor, kamar mandi, mandi dan empat asrama besar dengan ruang ganti.

La Masia,
Peresmian Tanggal: 26 September 1966
Luas: 610 m2
Fasilitas: dapur, ruang makan, ruang tamu, perpustakaan, kantor, kamar mandi, mandi dan empat asrama besar dengan ruang ganti.

————————————-

sumber : fcbarcelona.cat

NONTON FILM PRISON BREAK SEASON 1 – SEASON 4

Oke bagi temen-temen pecinta scofield, alias PRISON BREAK mania. sekarang bisa dinikmati langsung tanpa beli DVDnya alias nonton online..!! coba aja buka di situs berikut ini, pokoknya tinggal klik di sini….!!

selamat menikmati kawan..!!

 

Ikuti 4 langkah sederhana untuk mendapatkan lebih dari itu dan menonton episode

berapa banyak yang Anda inginkan:

Langkah 1: Klik tombol BERMAIN episode megavideo, klik PAUSE dan menungguuntuk video ke buffer sampai 100%.
Langkah 2: Setelah video selesai buffering, pergi ke menu bar pada browser Anda,dan klik File> Work Offline.
Langkah 3: Nikmati episode.
Langkah 4Unclick yang “Work Offline” tombol dan melakukan hal yang sama dengan episode lainnya.

By muhammad aanx farhan Posted in film

Madin, Bocah Ajaib Bak Ronaldo dan Zidane

Paris – Madin Mohammad bisa dibilang masih bocah ingusan. Tetapi, kemampuan bocah enam tahun itu dalam mengolah bola tidak ubahnya seperti pemain bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo.

Warga Prancis keturunan Aljazair itu disebut-sebut menjadi incaran Real Madrid dan Chelsea. Melihat kehebatannya, wajar saja klub papan atas itu mengincar bocah ajaib yang disebut-sebut sebagai New Ronaldo atau New Zidane itu.

Gaya permainan sepakbola Madin memang mengundang decak kagum. Kemampuannya menggocek bola dan melewati adangan para pemain mengingatkan kita pada sejumlah pemain bintang sekelas Zinedine Zidane, Ronaldinho, Ronaldo atau Lionel Messi. Madin bahkan bisa melewati adangan orang dewasa dengan trik-trik gerakan kaki yang lincah seperti Ronaldinho atau Ronaldo, atau memutar badan layaknya Messi atau Zidane saat mengecoh dan melewati lawan.

Kelincahan, speed, dan power juga di atas rata-rata pemain bocah seusianya. Sebagaimana Zidane, Madin Mohammad berdarah Aljazair. Orangtuanya hijrah ke Prancis dari negara di kawasan utara Afrika tersebut ketika Madin masih tiga tahun. Madin kemudian mendapatkan beasiswa dari Asosiasi Sepakbola Prancis.

Nama Madin menjadi terkenal setelah acara Tlfoot di televisi Prancis TF1 menayangkan rekaman Madin saat bermain sepakbola dengan teknik-teknik yang mengundang decak kagum para penontonnya. Sebelumnya, orangtua Madin masih menyembunyikan anak mereka itu dari media massa karena khawatir ekspose berlebihan akan berpengaruh negatif terhadap perkembangan dan kemampuan si bocah ajaib itu dalam mengolah si kulit bundar.

Christian Lazaoui, Ketua Umum Roubaix, klub lokal Madin sebagaimana dikutip Sunsportsmengungkapkan, “ Dia punya bakat yang luar biasa. Dia bermain sepakbola setiap hari dan punya gairah yang sangat besar terhadap sepakbola.”

Aksi brilian yang memukau dan mengundang decak kagum para pecinta sepakbola yang melihatnya telah beredar di situs YouTube berikut ini  video 1, video 2, wah pokoknya buanyak deh… [nic]