terima kasih ya allah…


Cerita ini baru saja ku alami sekitar beberapa hari yang lalu, bahkan belum seminggu lamanya. Menurutku ini adalah suatu hal yang berkesan dan mungkin akan ku rindukan saat-saat seperti itu lagi.

Ketika itu tepatnya pada hari kamis, awalnya hari itu sama saja dengan hari-hari sebelumnya tidak ada yang istimewa, aneh, ataupun unik. Pagi harinya kulakukan aktifitas yang seperti biasanya selain beres-beres di rumah, nyuci atau nyetrika baju milik sendiri, dan sisanya waktu ku habiskan di depan televisi atau komputer.

Karena hingga detik ini juga aku belum memiliki pekerjaan yang tetap alias masih pengangguran, yang kerjaannya di PERUMTEL (penunggu rumah teladan) hehehehe…. Maka waktu ku sering kuhabiskan di rumah atau di jalanan bersama teman-teman yang senasib dan sepenanggungan.

Namun selepas adzan Ashar di rumah tidak seperti biasanya, ada hal yang kurasakan berbeda. Ibuku yang biasanya sibuk dengan pekerjaannya apalagi kalau bukan bergelut dengan kain, jarum, gunting dan mesin jahit, maklum karena ibuku hanyalah seorang penjahit pakaian.

Sore itu ibu ku terlihat sibuk sekali di dapur, beliau sedang memasak masakan ala kadarnya. Meskipun masakan ala kadarnya bagiku itu adalah makanan mewah.

Menjelang bedug Magrib ibu ku menyiapkan makanan itu di tengah ruang keluarga dengan beralaskan tikar, dan kebetulan sekali sore itu di rumah kedatangan kakaku bersama suami dan keponakanku. Dengan seketika ibu dan bapaku mengajak kami segera berkumpul, dan bapaku bilang …”ayo semuanya disini, kita makan bersama karena sebentar lagi bedug….kan si aanx sama si unop mau buka puasa.. !!!”

Ya Allah…..

Ternyata orang tuaku tau bahwa kebiasaanku berpuasa sunat (senin-kamis), bahkan aku sendiri tak mengetahui kalau adik ku pun sama-sama berpuasa. Sepertinya kebiasaan adik ku berpuasa ketika semasa kuliah masih di jalani sampai sekarang, hamdallah….hamdallah…. hamdallah….hamdallah….

Jadi selama ini aku sering berpuasa ternyata orang tua ku selalu memperhatikannya, padahal aku tidak pernah bilang pada mereka bahwa aku akan berpuasa. Apalgi meminta mereka untuk menyiapkan makan baik untuk sahur ataupun buka puasa, karena aku masih mampu melakukannya sendiri tanpa menyusahkan mereka.

Adzan Magrib tak lama berkumandang, kemudian kami bersama-sama menyantap makanan yang telah disediakan. Meskipun dengan makanan yang seadanya akan tetapi sangat terasa nikmat bagiku, mungkin inilah hikmah dari puasaku. Tanpa kusadari ternyata hkmah dari puasa bukan hanya bias makan enak atau makan sepuasnya, akan tetapi ada nilai-nilai yang tidak ku ingat bahkan aku melupakan sebelumnya yaitu kerbersamaan dengan sesama. Karena jarang-jarang kami berkumpul bersama dengan keadaan seperti sekarang ini, soalnya salah satu anggota keluarga dari kami berada di suatu kota di Sulawesi Tengah untuk melaksanakan tugasnya. Adiku sekarang sudah bekerja dan dia di tempatkan di kota Palu.

Ketika itu suasana di rumah seperti  di Bulan Ramadhan, pastinya akan ku ingat dan kurindukan masa-masa seperti itu. Bahkan makan pun aku hamper-hampir meneteskan air mata, mungkin karena saking terharunya mulai dari ibuku yang sibuk seharian di dapur dan kebersamaan kami di kala itu. Dan jelas sekali hati kecil ku menangis, apalagi sampai saat ini aku belum pernah bilang “terima kasih” pada mereka. Semoga saja Yang Maha Kuasa memberikan balasan yang lebih untuk mereka. Amin ya robal alamin…

Iklan
By muhammad aanx farhan Posted in my story

14 comments on “terima kasih ya allah…

  1. hmmm….*nangis bahagia* terharu mas,.suasana seperti ini jarang banget terjadi loh apalagi ada salah satu anggota keluarga kita berada jauh dari kita..disaat semua berkumpul akan terasa kalo ternyata kita saling merindukan, memperhatikan dan menyayangi *apa sih*
    btw adeknya kerja dimana sih kok bisa sampe ditempatkan ke Palu 🙂

  2. 😀 orangtua,,, kita sering melupakan mereka. padahal mereka tak pernah lupa sama kita. meskipun kelihatannya mereka cuek”aja ternyata…. mereka tetap memperhatikan kita ya 😉

    HIDUP!!! ^_^

  3. Itulah Anx, seganas2nya harimau, tak akan memakan anaknya sendiri.
    Nanti klo dirimu dalam kondisi senang lahir dan batin, jangan pernah lupa sama orang tua.
    Termasuk daku, xaxaxaxaxaxaxa,,,

    Ini dibuat cerpen bagus tau Axn. Bikin gih, kita jadikan antologi, gabung sama punyaku.

Silahkan Kasih Komentar, GRATISS Loh....!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s