REZEKI TIDAK PERNAH TERTUKAR


Mungkin ada di antara kita ada yang pernah menyesal, bahkan sampai marah-marah karena merasa jatah rizkinya diambil oleh orang lain. Seandainya kita bersikap lebih bijak, mungkin kejadian itu bisa dihindari atau paling tidak diperkecil pengaruh negatifnya. Semua mahluk dicipta oleh Allah disertai dengan rizkinya masing-masing. Bayi yang masih lemah, diberi rizki melalui perantaraan ibunya. Semakin besar, setelah punya gigi, air susu ibu dihentikan. Sebagai penggantinya disiapkan bubur, buah-buahan dan lainnya.  Semakin dewasa makanan semakin bermacam-macam. Ada bakso, cireng, bandros, odading dan lainnya.

Karena kita semakin kuat, Allah memberikan rizki dengan cara yang berbeda. Kalau dulu waktu bayi dan anak-anak, kita tergantung kepada orang tua, maka setelah dewasa kita harus “menjemput” sendiri rizki itu. Istilah “menjemput” dipilih karena sebenarnya Allah telah menyiapkan semuanya untuk kita.

Rizki tidak pernah tertukar. Siapa yang berusaha keras dengan cara yang tepat dan niatan yang bersih maka akan sampai rizki kepadanya. Dan siapa yang malas maka tidak akan sampai rizki kepadanya.

Lalu bagaimana kalau jatah kita diambil orang lain? Ah …. tidak mungkin. Ada sebuah kisah nyata, begini: Seseorang bernama (sebut saja A) hari itu berpuasa. Menjelang maghrib beliau pulang dari kantor langsung menggoreng telur untuk persiapan berbuka. Setelah telor selesai digoreng, sambil menunggu adzan maghrib, beliau pergi mandi. Apa yang terjadi ketika selesai mandi? Setelah berganti baju beliau bersiap-siap untuk makan karena adzan maghrib sudah berkumandang. Ternyata ……… telur gorengnya sudah tidak ada, kemungkinan dimakan tikus!.

Saudaraku,

Apakah rizki beliau tertukar? Tidak, bahkan beliau sangat tenang dan tidak menunjukkan reaksi berlebihan. ” ……. Oh, mungkin ini bukan rizkiku. Memang akau telah menggorengnya, tetapi itu jatah untuk tikus. Mahasuci Engkau ya Allah, yang telah membagi-bagikan rizki dengan adil ……..”. Tidak sedikitpun nampak kemarahan di wajah beliau. Bahkan beliau segera minum air putih lalu meminum sesendok madu dan bergegas untuk shalat berjamaah di masjid.

Ya, begitulah, tidak ada rizki yang tertukar. Tidak ada yang perlu disesali, karena semuanya telah terjadi. Mau marah ……. percuma, telor sudah dimakan tikus. Lebih baik bersikap tenang dan bersiap untuk menjemput rizki  berikutnya.

Semoga bermanfaat.

——————————-

sumber:

tak diketahui

Iklan
By muhammad aanx farhan Posted in religi

14 comments on “REZEKI TIDAK PERNAH TERTUKAR

Silahkan Kasih Komentar, GRATISS Loh....!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s